Apa Saja Tahapan Kerja Seorang UI Designer?

  • Post
    codeorayo
    Keymaster
    none
    UI designer, saat ini menjadi istilah yang sering kita dengar di dunia kerja terutama di bidang teknologi. Istilah UI ini seringkali dipasangkan dengan UX, yaitu UI/UX Designer.

    Apabila sebuah tim dengan skala besar, biasanya posisi UI dan UX akan dipisahkan. Akan Tetapi untuk tim yang masih dalam skala kecil UI dan UX biasanya akan dijadikan satu. Pada artikel kali ini Saya akan memfokuskan pembahasan tentang tahapan kerja seorang UI designer.

    Sebelum dikenal posisi UI Designer, Kita lebih sering mendengar istilah Graphic Designer ataupun Web Designer. Graphic Designer itu merupakan bidang pekerjaan design yang menghasilkan output berupa media cetak, seperti kartu nama, banner, flyer dan lainnya.

    Sedangkan Web Designer merupakan pekerjaan dibidang pengembangan website, adalah seseorang yang pekerjaannya mendesain, mentransformasikan ide ke dalam bentuk website. Baik dari segi layout, sampai dengan tampilan antar muka.

    Seiring dengan kebutuhan dan perkembangan dari sisi teknologi saat ini, bidang kerja Web Designer dibuat dalam kategori yang lebih spesifik. Sebelumnya seorang Web Designer membuat design dalam tampilan mockup dan menterjemahkan dalam bentuk kode menjadi sebuah tampilan sebuah website (slicing).

    Saat ini seorang designer yang membuat design, dalam bentuk sketsa, wireframe atau design tampilan website/app pada smartphone/tablet disebut sebagai UI Designer. Sedangkan untuk yang melakukan slicing dalam format html kini lebih populer disebut sebagai seorang Front End Developer.

    Namun tidak hanya melakukan slicing ke dalam bentuk html saja. Seorang Front End Developer juga memastikan fungsi berjalan dengan menggunakan javascript maupun css modern.

    Kembali ke UI Designer, seorang UI Designer kini lebih memfokuskan dirinya dalam pekerjaan seputar design tampilan layout dimulai dari sketsa coretan pada kertas, wireframe dan design tampilan sebenarnya.

    Tahapan Kerja UI Designer

    Tahap awal, designer mendapatkan informasi mengenai kebutuhan untuk dibuatkan sebuah website/app dari klien. Dimulai menuliskan kebutuhan yang diinginkan oleh klien, dibuat dalam bentuk list kebutuhan tersebut atau langsung dimuat dalam bentuk sketsa/coretan.

    Tahapan berikutnya mulai diterjemahkan informasi dari klien kedalam bentuk wireframe, wireframe ini berupa gambaran layout yang akan dijadikan sebuah website/app. Untuk tools yang digunakan, seorang UI Designer bisa menggunakan Axure, Balsamiq atau tools lain yang khusus untuk membuat wireframe.

    Pentingnya seorang UI Designer membuat wireframe, apabila terjadi perubahan maka effort yang dihasilkan tidak terlalu besar dibandingkan jika sudah dalam bentuk mockup design. Tahapan wireframe ini yang harus dimaksimalkan untuk mendapatkan approval bentuk layout yang diinginkan.

    Jika tahapan wireframe sudah mendapatkan approval, masuk ke langkah selanjutnya yaitu pembuatan mockup design yang sesungguhnya. mockup design yang dibuat berdasarkan wirefame akan memudahkan seorang UI Designer menerjemahkan bentuk layout menjadi mockup design yang sudah diberi warna, gambar, font yang dipilih, ornamen sehingga design menjadi sebuah mockup yang nantinya akan dibuat kedalam bentuk tampilan website/app.

    Apabila mockup tersebut sudah sesuai dengan wireframe yang telah disetujui, perubahan/revisi dari klien diharapkan tidak banyak.

    Sedangkan untuk tools yang digunakan, dalam tahapan membuat mockup dapat menggunakan tools yang sudah umum digunakan, yaitu Adobe Photoshop.

    Adobe Photoshop dianggap paling sesuai untuk membuat design tampilan website. Pengaturan dalam ukuran dimensi, resolusi, format gambar yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan membuat sebuah website/app.

    Adobe Illustrator juga bisa dimanfaatkan apabila memerlukan gambar dalam bentuk vektor. Sedangkan apabila ingin lebih menggunakan tools yang lebih spesifik untuk membuat layout design website/app, designer dapat menggunakan tools Sketch.

    Protoyping

    Tahapan akhir, ada baiknya tahapan prototyping dibuatkan, agar klien bisa mendapatkan “feel” yang diinginkan, seperti interaksi pada website tersebut.

    Untuk prototyping, dapat menggunakan Marvel, Invision, fitur mirror pada tools sketch. Pada tools prototyping online (Marvel, Invision), UI Designer dapat berinteraksi dengan klien. Klien dapat memberi coretan/tulisan sebagai catatan pada prototyping yang sudah dibuat.

    Bila tahapan tersebut sudah terlewati dan mendapatkan approval, mockup design selanjutnya akan diserahkan kepada Front End Developer untuk dilakukan slicing.

    Sekedar catatan, seorang UI Designer ada baiknya juga memahami koding Front End minimal cara kerja kerja html/css. Dengan demikian UI Designer dapat memahami batasan-batasan yang dapat diterjemahkan ke dalam bentuk website/app, selain itu agar design yang telah dibuat tersebut dapat diimplementasikan.

    https://www.indosmartdigital.com/artikel-131-apa-saja-tahapan-kerja-seorang-ui-designer.html

    Ampuh! Ini rahasia mengembangkan aplikasi secara instan, tinggal download dan kembangkan. Gabung sekarang juga! Premium Membership [PRIVATE] https://premium.codeorayo.com
  • You must be logged in to reply to this topic.